Sinema goes to Monas dan Kota Tua

Dapur Seni

Banyak para mahasiswa yang memiliki bakat tapi  tidak dapat disalurkan dan dikembangkan karena tidak adanya wadah untuk menyalurkan bakat tersebut. Terutama dalam bidang cinema dan photography, sehingga bakat yang dimiliki oleh para mahasiswa akan terpendam begitu saja. Padahal bakat para mahasiswa dalam bidang cinema dan photography sangatlah besar, bisa dilihat dari hasil karya yang dihasilkan, baik dalam bentuk film dan foto.

Dengan demikian, Dapur seni sebagai Organisasi Peminatan dan Keilmuan (OPK) menyediakan wadah bagi para mahasiswa UIN Jakarta terutama mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi. Bukan hanya dibidang cinema dan photography atau biasa disebut cinematography, tapi Dapur Seni juga menjadi wadah untuk mahasiswa dalam mengembangkan dan menyalurkan bakat dalam bidang music, design art dan manajemen.

Oleh karna itu, Dapur Seni khususnya dalam bidang cinematography menngadakan kegiatan Sinema Goes to. Dilanturkan oleh Arina, ketua divisi cinematography kegiatan ini merupakan anak dari program kerja sharing dan diskusi dimana kegiatan sebagai pembelajaran atau evaluasi dari divisi cinematography. Selain itu, ketua divisi cinematografi yang akrab disapa kak Arina melanturkan bahwa kegiatan ini untuk mempromosikan divisi cinematografi Dapur Seni

Tepat pada hari Sabtu, tanggal 12 Cinema Goes to menjalankan program kerja tersebut. Yaitu Cinema Goes to Monas, disana anggota dari divisi cinematography mengaplikasikan ilmu-ilmu yang telah didapat selama sharing berjalan. Menurut Ridho Dhafi atau akrab disapa bang Ridho kesulitan yang pada saat Cinema Goes to Monas yaitu rencana awal yang sudah dibuat tidak sesuai, seperti setelah dari Monas ingin ke Galeri Nasional akan tetapi rencana tersebut diubah karena pada saat di Galeri Nasional tidak ada pameran.

Tentunya dengan diadakannya program kerja ini berharap mahasiswa dapat menyalurkan dan mengembangkan lagi bakatnya dalam bidang cinematography. Dan juga harapannya untuk kegiatan ini di lanturkan oleh kak Arina dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan, dan dapat memperkenalkan Dapur Seni ke khalayak umum dengan karya-karya yang dihasilkan.  Bukan hanya dalam bidang cinematography saja, akan tetapi dengan adanya Dapur Seni dengan divisi dari Musik, Design art dan Manajemen diharapkan mahasiswa berani menampilan bakat yang dimiliki dan juga mengembangkannya.